Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 08 Agustus 2017 21:27 WIB

Kisah Kombes Pol M Iqbal Meniti Karier Kepolisian

Jakarta, HanTer - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal mengaku memiliki dua orang ibu dalam menjalani kehidupannya.
 
Sehingga dalam kehidupannya dan meniti karier di kepolisian, ia selalu berupaya serta mampu memberikan yang terbaik.
 
"Saya mempunyai dua ibu, yakni ibu kandung dan polisi. Ibu kandung yang telah bersusah payah mengandung saya, saya disapih, dirawat dengan baik, dan kita harus menjadi anak yang soleh, anak yang berbakti, kerja dengan baik," ujar Iqbal kepada wartawan di Surabaya, Selasa (8/8/2017).
 
"Kemudian polisi, institusi yang sudah banyak Memberikan kebahagiaan kepada saya, kewenangan sosial, nafkah, anak-anak bisa sekolah, kalau kita punya kemampuan untuk bermitra, mari kita bersinergi, mari kita bangun, membangun fisik, membangun mental anggota, membangun keamanan," lanjutnya.
 
Dijelaskan bahwa dalam pengabdian, ia ingin selalu memberikan sumbangsih di setiap medan kerjanya.
 
"Ya sumbangsih kita kepada polisi itu harus ada, jangan menjadikan (lembaga) polisi ini sapi perahan. Memang saya ada kecewa, waktu di Jakarta Utara, saat di humas, di Sidoarjo, tapi tidak apa-apa. Saya tetap komitmen, ada pembangunan dan ada perubahan, itu dirasakan," paparnya.
 
Pada kesempatan yang sama, kolega M Iqbal, Kompol Suhardi menambahkan. "Waktu beliau bertugas di Sidoarjo itu ada kantor kecil, fungsinya untuk pertemuan, tapi tidak layak. Nah waktu beliau (Iqbal) datang, langsung itu yang dibongkar, dan dibangun seperti ini (megah dan layak) jadi setiap ada tamu, pejabat, dan lainnya selalu di sana, di gedung bara daksa. Sistem informasi teknologinya juga dibangun," ungkapnya.
 
"Seperti ini misalnya (Iqbal tengah membangun) memang turun dari langit? Alhamdulillah ini nanti anggota bisa bertemu di sini, mereka bangga," ulasnya.
 
Dijelaskan Suhardi lagi bahwa. "Ada 21 titik besar mengakses Sidoarjo, juga di tempat-tempat yang rawan, di pertokoan, pasar dan tempat strategis dan waktu menangani unjuk rasa (lumpur) Lapindo itu beliau yang turun langsung, me-manage langsung, korlap-korlap dalam demo, termasuk pemilik tanah dan sebagian bukan pemilik tanah, itu dirangkul sama beliau," ucapnya.
 
"Dari semua korlap yang dirangkul itu mengikuti apa yang diinginkan oleh beliau, jadi terkendali. Long march dari Porong ke Pemkab itu beliau di depan," pungkas Suhardi.
 


( Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats