Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 05 Mei 2017 19:59 WIB

Kejati Kepri Tuntaskan Korupsi Dana Hibah Pemkab Natuna


Jakarta, HanTer - Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) menyelamatkan uang negara  Rp 1,1 miliar dari kasus dugaan korupsi pemberian dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kepada UPBJJ (Universitas Terbuka) Pokjar Ranai Natuna tahun anggaran 2011.

“Setelah kami lakukan penyidikan, salah seorang tersangkanya mengembalikan kerugian negara Rp 1,1 miliar," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Yunan Harjaka dihubungi Harian Terbit, Jumat (5/5/2017).
    
Menurut Yunan, pengembalian senilai Rp 1,1 miliar itu dilakukan oleh salah satu tersangka yakni Ir Wahyu Nugroho, Plt Kepala BPKD Kabupaten Natuna/Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna tahun 2011.
    
Pengembalian kerugian Negara tersebut merupakan tindak lanjut dari penyidikan Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dana hibah kepada KONI Natuna Kepri tahun 2011 dengan total kerugian negara sekitar Rp1,1 miliar.
    
Tim penyidik Kejati Kepri 16 Februari 2017 telah menetapkan dua orang tersangka yaitu Defri Edasa SIP bin Edwar, Ketua Harian KONI Kabupaten Natuna/Kepala Seksi Liputan dan Olahraga Pusat Pemberitaan pada Kantor LPPRRI Jakarta tahun 2011 dan Ir. Wahyu Nugroho MA bin Hasyim, Plt. Ka. BPKD Kabupaten Natuna/Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna tahun 2011.
    
Keterlibatan kedua tersangka dalam perkara tersebut yaitu saat Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran dana hibah untuk KONI Natuna masa bakti 2006 – 2010. Dalam pencairan dana hibah kepada KONI Natuna tersebut, seharusnya KONI Natuna sudah tidak berhak lagi memerima bantuan dana hibah lagi dari Pemerintah Daerah Natuna Kepri.
    
Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna justru mencairkan kembali dana bantuan hibah kepada KONI ke Rekening KONI Natuna pada Tanggal 26 Januari 2011 sebesar Rp.1,1 miliar, dimana pencairan tersebut tidak sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 1,1 miliar
    
“Terhadap para tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) Atau pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandas Yunan
 


(Zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats