Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 27 April 2017 10:01 WIB

Pimpinan Kejati Baru Diharap Tangkap 4 Buronan Korupsi Sungai Batanghari

Jambi, HanTer - Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi harus menjadi momentum pemberantasan korupsi di wilayah itu. Salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan adalah, menangkap empat tersangka kasus korupsi proyek pengerukan Sungai Batanghari di kawasan Pelabuhan Talang Duku, yang merugikan negara Rp 5,3 miliar. 
 
Keempat tersangka itu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2012 lalu.
 
Demikian ditegaskan Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LPAD), Victor Irianto Napitupulu melalui siaran elektroniknya, Kamis (27/4/2017).
 
"Pimpinan Kejati Jambi yang baru harus berani menyikat tuntas kasus-kasus korupsi. Termasuk tidak melindungi para tersangka korupsi Sungai Batanghari yang sudah lima tahun buron," kata Victor.
 
Keempat buronan tersebut yakni, Direktur PT Haksa Guna Karya Geri Iskandar. Geri diketahui sejak 2013 lalu menjadi pengurus teras Partai Nasdem di Sumatera Selatan.
 
Selain Geri Iskandar, tiga buronan kasus korupsi tersebut yang masih berkeliaran adalah Sutrisno, Direktur PT Lince Romauli Raya selaku kontraktor pelaksana; Arif Hidayat dan Toha Maryono. Mereka merupakan bagian dari tujuh tersangka dalam kasus tersebut.
 
Proyek itu menghabiskan biaya Rp 8 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Mengenai jumlah kerugian negara yang mencapai Rp 5,3 miliar itu, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
 
Proyek itu menghabiskan biaya Rp 8 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Mengenai jumlah kerugian negara yang mencapai Rp 5,3 miliar itu, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
 
Diketahui, awal April lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, John Walingson Purba, resmi diganti. Dia hanya menjabat lima bulan sebagai pimpinan di Kejati Jambi, sejak dilantik pada Oktober 2016 di Kejaksaan Agung RI. Penggantinya Nurwinah, yang sebelumnya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung RI.
 
Pergantian jabatan itu diakui kalangan aktivis anti korupsi sebagai pergantian jabatan super cepat dalam sejarah di Kejati Jambi. Dan penggantinya, juga dianggap sebagai sejarah baru di Kejati Jambi karena baru kali ini seorang perempuan memimpin lembaga penegak hukum wilayah itu.
 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats