Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 April 2017 10:59 WIB

Pengembangan 33.948 Desa Tertinggal Mendapat Dukungan 19 Kementerian

Banjarmasin, HanTer - Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat Anto Pribadi mengatakan saat ini 19 kementerian sedang berupaya mendukung pengembangan 33.948 desa tertinggal di Indonesia melalui berbagai program yang telah ditetapkan pada masing-masing kementerian.
 
Menurut Anto di Banjarmasin pada pelatihan kader pemberdayaan desa angkatan VIII dan IX selama empat hari yaitu 17-21 April di Banjarmasin Selasa, berdasarkan data potret kondisi desa di Indonesia 2015 yang dirilis Kementerian Desa, saat ini masih terdapat 33.948 desa atau hampir 46 persen dari 74.754 desa di Indonesia masih dalam kondisi tertinggal.
 
Meningkatkan status desa dari desa tertinggal menjadi desa berkembang dan mandiri, kata dia, kini 19 kementerian memfokuskan program kerja untuk membantu memenuhi pelayanan dasar masyarakat desa, baik itu pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, industri dan lainnya.
 
Ditargetkan melalui berbagai program tersebut, pada 2017 hingga 2019, pemerintah akan mampu meningkatkan status 5 ribu desa tertinggal menjadi desa berkembang dan sebanyak 2 ribu desa berkembang menjadi desa mandiri.
 
"Membangun dan mendorong 2 ribu desa menjadi desa mandiri, bukan pekerjaan yang mudah, perlu kerja keras dari seluruh unsur terkait. Namun kendati berat, ini merupakan pekerjaan mulia, sehingga harus tetap dikejar target tersebut," katanya.
 
Kondisi desa berdasarkan indeks desa membangun (IDM) yang terbagi dalam berbagai kategori pelayanan, antara lain berdasarkan indikator pelayanan kesehatan, kini sebanyak 16,6 persen desa di Indonesia belum memiliki fasilitas kesehatan berupa polindes atau poskesdes.
 
Sedangkan untuk sektor infrastruktur, yaitu sebanyak 33,42 persen desa atau 2.547 desa membutuhkan akses listrik, kemudian 24,12 persen desa dengan akses jalan buruk, 21,58 persen jauh dari fasilitas pendidikan dasar dan 58,11 persen desa jauh dari fasilitas pendidikan menengah.
 
Saat ini, tambah dia, penduduk miskin di pedesaan mencapai 17,67 juta orang atau 14,11 persen dari jumlah penduduk di Indonesia, jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding penduduk miskin di wilayah perkotaan sebesar 10,34 juta orang atau 7,79 persen.
 
Salah satu penyebab tingginya jumlah penduduk miskin di pedesaan, antara lain karena terbatasnya peluang kerja di desa akibat kurang berkembangnya potensi-potensi di desa dan masih minimnya pelayanan dasar.
 
Kondisi tersebut, tambah dia, mendorong arus urbanisasi dari desa ke kota cukup tinggi, yang kini mencapai 50,2 persen, sehingga diharapkan melalui upaya pengembangan desa tersebut, pada 2025 arus urbanisasi akan turun menjadi hanya 33,4 persen.
 
Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan status desa tertinggal menjadi desa mandiri, antara lain, menguatkan desa dan masyarakat desa serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di perdesaan untuk mendorong keterkaitan desa-kota dan perdesaan berkelanjutan.
 
Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pemenuhan standar minimal masyarakat (SPM) sesuai dengan kondisi geografis desa, penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa, pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan modal sosial budaya masyarakat desa dan penguatan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan desa.
 
Selain itu, juga pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup berkelanjutan, serta penataan ruang kawasan perdesaan, pengembangan ekonomi kawasan perdesaan untuk mendorong keterkaitan desa-kota dan beberapa program lainnya.


(Antara)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats