Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 30 Maret 2017 08:41 WIB

Pergaulan Bebas, Puluhan Anak Dibawah Umur Nikah Muda

Tanjungpinang, HanTer - Puluhan anak bawah umur di Provinsi Kepulauan Riau dalam satu tahun terakhir terpaksa menikah akibat pergaulan bebas, kata Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) setempat Faisal, di Tanjungpinang.
 
"Anak yang masih SMP dan SMA itu menikah setelah menjadi korban pencabulan. Kebanyakan mereka menikah dengan teman-temannya sendiri," katanya, Rabu (29/3/2017). 
 
Faisal mengatakan KPPAD Kepri tidak memiliki kewenangan untuk mencegah pernikahan tersebut, apalagi calon pengantin itu sudah mendapat persetujuan dari pengadilan.
 
Menikah dalam kondisi terpaksa itu jarang melahirkan keluarga yang baik. Dari berbagai kasus yang terjadi, tingkat perceraian pada keluarga yang lahir dari pernikahan dini itu sangat tinggi.
 
Akibatnya, banyak wanita dan pria yang menjadi duda sebelum berusia 20 tahun, seperti yang terjadi di salah satu daerah di Jawa Timur. Bahkan cukup banyak ibu-ibu sebelum usia 20 tahun sudah dua kali menikah.
 
Percerairan dengan ragam permasalahan di keluarga akibat nikah di usia sekolah juga potensial terjadi di Kepri.
 
"Risiko nikah dalam usia muda itu cukup tinggi baik dari aspek kesehatan, sosial maupun ekonomi," ujarnya.
 
Menurut dia, upaya pencegahan terjadinya nikah muda itu dapat dilakukan melalui pengawasan terhadap aktivitas anak-anak bawah umur. Penguatan fungsi keluarga bagian terpenting menjaga para pelajar agar memiliki kehidupan yang baik, dan terhindar dari pergaulan bebas.
 
Orang tua anak tidak cukup memberi perhatian berupa uang dan fasilitas kepada anak-anaknya, melainkan perlu menjadi tauladan dalam pergaulan di lingkungan masyarakat. Anak-anak juga perlu diberikan pendidikan agama sejak dini sebagai modal dalam berinteraksi dengan teman-temannya.
 
"Para orang tua memiliki peran yang penting untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas. Tetapi sayangnya, masih cukup banyak orang tua yang tidak ingin disalahkan jika anak-anaknya menjadi korban asusila," katanya.
 
Faisal mengemukakan KPPAD Kepri sejak dua tahun lalu bekerja sama dengan Kementerian Agama Kepri untuk menciptakan keluarga yang baik. Sosialisasi dengan peserta pasangan pranikah itu dilakukan setiap Senin selama tiga jam.
 
"Ini cukup efektif untuk membangun keluarga yang baik," katanya.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats