Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 26 Maret 2017 14:45 WIB

Kejati Jambi Dihimbau Tak Lindungi 4 Buronan Korupsi

Jambi, HanTer - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menduga Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sengaja melindungi empat tersangka kasus korupsi proyek pengerukan Sungai Batanghari di kawasan Pelabuhan Talang Duku, yang merugikan negara Rp 5,3 miliar. Keempat tersangka itu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2012 lalu.
 
"Kejati Jambi jangan lindungi empat buronan korupsi proyek pengerukan Sungai Batanghari. Dari banyak kasus korupsi, sebenarnya jaksa bisa dengan mudah membekuk buronan korupsi, tapi karena dilindungi, makanya jadi terkatung-katung penangkapannya," kata Boyamin saat dihubungi, Minggu (26/3).
 
Boyamin mensinyalir keempat buronan tersebut masih beraktifitas di seputaran Jambi atau Pulau Sumatera.
 
Bahkan berdasarkan informasi yang dikumpulkan, salah satu buronan, Geri Iskandar yang merupakan Direktur PT Haksa Guna Karya, diketahui sejak 2013 lalu menjadi pengurus teras Partai Nasdem di Sumatera Selatan.
 
"Saya menduga mereka masih ada di Jambi atau Pulau Sumatera. Malah ada yang bisa jadi pengurus Partai Nasdem. Ini tidak benar. Mereka harus segera ditangkap untuk menjalani proses hukum," tegas Boyamin.
 
Selain Geri Iskandar, tiga buronan kasus korupsi tersebut yang masih berkeliaran adalah Sutrisno, Direktur PT Lince Romauli Raya selaku kontraktor pelaksana; Arif Hidayat dan Toha Maryono. Mereka merupakan bagian dari tujuh tersangka dalam kasus tersebut.
 
Proyek itu menghabiskan biaya Rp 8 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Mengenai jumlah kerugian negara yang mencapai Rp 5,3 miliar itu, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats