Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 02 Maret 2017 09:19 WIB

Tujuh dari Dua Korban Satpol PP Laporkan Pelecehan Seksual

Semarang, HanTer - Dua perempuan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Semarang melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat melakukan kegiatan caraka linmas di kawasan Gedongsongo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
 
"Kegiatannya berlangsung 3-4 Februari lalu. Kami dampingi dua korban melaporkan permasalahan ini ke Badan Pengawas Daerah (Bawasda) atau Inspektorat Kota Semarang," kata kuasa hukum dua pelapor, Hermansyah Bakrie, Rabu (1/3/2017).
 
Dari pengakuan kedua korban, kata dia, sebenarnya ada tujuh korban yang mengalami perlakuan yang sama yang dilakukan oleh K, rekannya sesama pegawai "outsourcing" di Satpol PP Kota Semarang, namun lima korban takut melaporkan.
 
Berdasarkan keterangan N dan R, dua korban yang melapor, Hermansyah yang akrab disapa Dio menjelaskan kronologis dugaan pelecehan seksual itu terjadi saat kegiatan "jurit malam" yang mengharuskan peserta berjalan sendiri saat malam.
 
"Salah satu korban mengaku sudah digerayangi di bagian terlarang, sementara satu korban diminta melepaskan celananya namun menolak. Jadi, ini semacam modus pelaku yang pura-pura membantu korban membersihkan celananya yang kotor," katanya.
 
Jadi, kata dia, para korban maupun terduga pelaku sama-sama berstatus sebagai pegawai "outsourcing" di Satpol PP Kota Semarang, namun berbeda angkatan, dan dalam kegiatan itu kedudukan masing-masing istilahnya antara senior dan junior.
 
Dugaan pelecehan seksual itu, sebenarnya sudah dilaporkan oleh korban ke atasannya langsung, tetapi sejauh ini belum ada tindakan. Bahkan, korban malah diminta menandatangani pernyataan untuk tidak menyebarluaskan persoalan tersebut.
 
"Saat ini, kami laporkan ke Bawasda dulu. Kalau ternyata nanti dari temuan Bawasda tidak ada sanksi, kami akan laporkan ke Polda Jawa Tengah karena melanggar Pasal 281 KUHP tentang Asusila. Kami tunggu dulu penyelidikan dari Bawasda," katanya.
 
Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum membenarkan telah mendapatkan laporan dari pegawai "outsourcing" Satpol PP Kota Semarang yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekannya.
 
"Laporan sementara yang masuk ke kami ada tiga korban. Masuknya (laporan, red.) sudah kemarin, kalau tidak salah Senin (27/2). Kami kembalikan laporan ini kepada komandan satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan," katanya.
 
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010, kata dia, prosedurnya memang seperti itu, yakni komandan atau pimpinan organisasi perangkat daerah harus mengadakan pemeriksaan, setelah itu hasilnya diteruskan ke Inspektorat dan Wali Kota Semarang.
 
"Laporan secara resmi sudah masuk. Dari pemeriksaan awal, ada indikasi seperti itu sehingga kami kembalikan ke kepala SKPD-nya untuk mengadakan pemeriksaan. Kami masih menunggu laporan dari sana (Satpol PP Kota Semarang, red.)," tambahnya. 
 


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats