Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 05 Januari 2017 07:07 WIB

Ironis, Puskesmas di Maluku Utara Belum Miliki Dokter

Ternate, HanTer - Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Utara (Malut) mengakui banyak puskesmas di daerah itu belum memiliki dokter sehingga menghambat optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
 
Dikutip dari Antara, Kepala Dinkes Malut Idhar Sidi Umar di Ternate, mengatakan dari 200 lebih puskesmas yang ada di Malut, hampir 40 persen di antaranya belum memiliki dokter, umumnya berada di kepulauan dan wilayah pelosok.
 
Kondisi itu juga mengakibatkan puskesmas sulit mendapatkan akreditasi karena persyaratan puskesmas untuk mendapatkan akreditasi harus memiliki sedikitnya sembilan tenaga kesehatan, di antaranya dokter umum, dokter gigi, bidan dan perawat serta apoteker atau asisten apoteker.
 
Menurut Idhar Sidi Umar, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi ketiadaan dokter di puskesmas tersebut, di antaranya memanfaatkan program Kementerian Kesehatan melalui program pengangkatan tenaga dokter pegawai tidak tetap (PTT).
 
Selain itu, Pemprov Malut dan pemerintah kabupaten/kota juga mengangkat dokter PTT daerah untuk di tempatkan puskesmas yang belum memiliki dokter, karena kalau menunggu penerimaan dokter melalui jalur seleksi resmi membutuhkan waktu lama, apalagi formasi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini belum ada.
 
Ia mengatakan adanya pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mulai tahun akademik 2016/2017 juga diharapkan menjadi jalan keluar mengatasi keterbatasan dokter di Malut, khususnya yang akan ditempatkan pada puskesmas di kepulauan dan wilayah pelosok.
 
Para mahasiswa kedokteran di Unkhair itu umumnya putra daerah, sehingga kalau mereka sudah menyelesaikan pendidikannya tidak keberatan di tempatkan di seluruh wilayah Malut. Berbeda dengan dokter dari luar Malut yang umumnya enggan ditempatkan di wilayah kepulauan atau pelosok.
 
"Peran puskesmas saat ini semakin penting dalam program Jaminan Kesehatan Nasional, puskesmas menjadi tempat pertama masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional, baik berupa BPJS maupun Kartu Indonesia Sehatan untuk mendapatkan pelayanan," katanya, Rabu (4/1/2016).


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats