Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 07 Oktober 2016 14:09 WIB

Aktivitas Gunung Bromo Terus Naik

Probolinggo, HanTer - Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan aktivitas Gunung Bromo yang berketinggian 2.329 meter dari permukaan laut cenderung naik.

"Sejauh ini aktivitas gempa tremor Gunung Bromo cenderung naik berdasarkan data yang terekam di seismograf, namun masih berfluktuatif," katanya saat dihubungi per telepon dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Menurutnya, aktivitas rutin Gunung Bromo pada 6 Oktober 2016 pukul 06.00-12.00 WIB terpantau secara visual terlihat cuaca cerah, angin tenang, suhu 10-22 derajat celcius, Gunung Bromo dapat terlihat dengan jelas hingga berkabut.

"Asap kawah teramati putih kelabu coklat kehitaman sedang-tebal bertekanan sedang dan tinggi asap berkisar 200-500 meter dari puncak kawah yang mengarah ke barat-barat daya," tuturnya.

Sedangkan data seismik yang terekam di seismograf mencatat gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-14 milimeter dan dominan 2 milimeter, kemudian satu kali embusan dengan amplitudo maksimum 15 milimeter selama 20 detik.

Dibandingkan pada periode yang sama, aktivitas Gunung Bromo pada 5 Oktober 2016 pukul 06.00 - 12.00 WIB tercatat secara visual cuaca cerah - mendung, angin tenang, Gunung Bromo jelas - tertutup kabut.

Tampak asap kawah putih hitam kelabu hingga kecoklatan tipis - tebal bertekanan sedang, tinggi asap berkisar 500 - 700 m dari puncak kawah, tertiup angin kearah Barat daya - Barat laut dan aktivitas seismik tercatat tremor vulkanik menerus dengan amplituda dominan 1 milimeter.

"Kesimpulannya aktivitas vulkanik Gunung Bromo belum stabil dan statusnya masih siaga atau level III," katanya.

Seiring dengan status tersebut, lanjut dia, rekomendasi PVMBG yakni masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2.5 km dari kawah aktif gunung yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan hujan abu tipis sempat mengguyur di Desa Sumberanom, Ledokombo, dan Wonokerso di Kecamatan Sumber akibat dampak erupsi Gunung Bromo.

"Sejauh ini kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Bromo," tuturnya.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats