Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 15 November 2015 23:10 WIB

Gubernur Maluku dan Rombongan Tetap Terbang ke Paris Demi Bisnis

Ambon, HanTer - Gubernur Maluku, Said Assagaff dan rombongan tetap berangkat ke Paris dalam rangka menghadiri pertemuan bisnis dengan para pengusaha Perancis yang dijadwalkan penyelenggaraannya pada 18 November 2015.
 
"Kami sudah di pesawat yang siap berangkat ke Paris," kata Gubernur, dikonfirmasi dari Ambon, Minggu (15/11) malam.
 
Dia memaklumi aksi teror di Paris yang terjadi pada Jumat malam di mana para anggota kelompok ISIS menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa mengerikan tersebut.
 
Sebelumnya pada Jumat waktu setempat, terjadi rangkaian serangan yang terkoodinasi dan dilancarkan oleh para pria bersenjata dan pengebom bunuh diri di Paris, yang menewaskan 129 orang di gedung konser, restoran-restoran dan stadion nasional.
 
"Kunjungan ke Paris sesuai jadwal sebagaimana undangan yang disampaikan pihak KJRI Marseille di Perancis hingga 20 November 2015," ujar Gubernur.
 
Sebelumnya, Gubernur mengemukakan, sekelompok pengusaha Perancis ingin berinvestasi dalam berbagai bidang di Provinsi Maluku.
 
Keinginan tersebut diwujudkan dalam bentuk undangan terhadap Pemerintah Provinsi Maluku untuk menghadiri pertemuan bisnis dengan sedikitnya 70 pengusaha Perancis pada 18 November 2015 mendatang.
 
Para pengusaha asal Marseille itu ingin mengetahui berbagai potensi yang dimiliki oleh Provinsi Maluku serta arah kebijakan pemerintah untuk jangka menengah dan jangka panjang.
 
"Mereka minta agar dijelaskan sejauh mana perkembangan kenyamanan berinvestasi, termasuk kepastian penegakan hukum di Maluku saat ini. Kami sangat mengapresiasi undangan ini," tandasnya.
 
Gubernur mengaku telah menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo terkait keinginan para pengusaha negeri fashion itu untuk mengetahui sistem penegakan hukum di Maluku.
 
"Syukurlah, Mendagri sangat responsif dan sudah bersurat resmi kepada Jaksa Agung agar Kajati Maluku, Chuck Suryosumpeno dapat turut serta menjadi pembicara dalam forum tersebut, sekaligus memenuhi permintaan dari pengusaha di Marseille terkait kepastian penegakan hukum dalam berinvestasi di Maluku," katanya.
 
Dia berharap, kesempatan pertemuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh parapengusaha Maluku dan Marseille, sehingga pihaknya kembali membawa kabar gembira ihwal perkembangan investasi di Maluku yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
 
"Melihat kemiripan geografis, Maluku bisa dijadikan kota kembar (Sister City) dengan Marseille. Apalagi Marseille memiliki garis pantai terpanjang 26 kilometer, mirip dengan Maluku," tegas Gubernur Said.
 


(ruli)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats