Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 08 Mei 2015 10:36 WIB

Gubernur Maluku Jamin Penambangan Emas Liar Gunung Botak Ditutup

Ambon, HanTer - Gubernur Maluku, Said Assagaff akan mengkoordinasikan instruksi Presiden Joko Widodo agar menutup lokasi penambangan emas liar di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru dengan Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Wiyarto dan Kapolda setempat, Brigjen Pol Murad Ismael.
 
"Saya perlu berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda karena Presiden saat menginstruksikan mereka tidak dengar," kata Gubernur, di Ambon, Jumat (8/5).
 
Presiden Jokowi saat berada lokasi penanaman perdana padi dan jagung di Buru setelah mendengar laporan Gubernur Said langsung menginstruksikan Pangdam dan Kapolda menutup aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak karena lingkungan terancam tercenmar lembang merkuri maupun sianida tanpa terkendali.
 
Gubernur mengakui mungkin Pangdam dan Kapolda sudah membaca koran terbitan lokal (Ambon) Jumat pagi, makanya segera dikoordinasikan agar segera merealisasikan instruksi Presiden.
 
"Pastinya instruksi Presiden dilaksanakan Pangdam dan Kapolda secara tegas karenanya perlu dikoordinasikan mengingat aktivitas penambangan emas liar itu sering juga menimbulkan pertikaian sehingga merengut nyawa, korbannya luka berat/ringan dan rumah rusak atau terbakar," ujarnya.
 
Disinggung saat masih menjadi Wagub Maluku periode 2008 - 2013 telah menutup kawasan Gunung Botak, dia menjelaskan, para wartawan juga tahu kondisinya.
 
"Saya jamin penutupan ini tidak ada kompromi lagi karena diinstruksikan langsung oleh Kepala Negara yang pastinya mengikuti perkembangan realisasinya melalui anggota Kabinet Kerja teknis," tegas Gubernur.
 
Dia juga mengemukakan, Bupati Buru, Ramly Umasugi melaporkan secara lisan bahwa ada investor yang berminat mengelola potensi emas Gunung Botak.
 
"Investor silahkan berproses dan bila Bupati Buru mengeluarkan izin, maka saya siap merekomendasikan penambangan emas tersebut," katanya.
 
Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolda Maluku dan jajarannya segera mengambil langkah-langkah tegas untuk menutup lokasi tambang emas Gunung Botak yang telah dikelola selama lebih dari tiga tahun.
 
Apalagi, lanjutnya, pengelolaannya tidak berizin dan masih berstatus ilegal sehingga segera ditertibkan.
 
"Sebagaimana barang ilegal harus disita. Pertambangan ilegal juga harus ditutup demi kelangsungan pertumbuhan lingkungan Kabupaten Buru yang baik dan sehat," ujarnya.
 


(ruli)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats