Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2015 19:48 WIB

Nyepi ke 17, Seluruh Akses Masuk ke Pulau Bali Ditutup

Denpasar, HanTer - Bali dihuni hampir empat juta jiwa dan puluhan ribuan wisatawan mancanegara menikmati liburan di Pulau Dewata, Sabtu (21/3/2015) tampak damai, sunyi senyap dan hening saat umat Hindu melaksanakan ibadah Tapa Bratha Penyepian Tahun Baru Saka 1937.

Nyepi Sabtu (21/3/2015) adalah kegiatan Tapa Brata ke 17 yang bisa dilakukan penganut Hindu secara penuh, yaitu dengan menutup untuk sementara Bandara Ngurah Rai dan seluruh pintu masuk ke Pulau Dewata, kegiatan tersebut baru bisa terlaksana setelah reformasi.

Kegiatan menutup seluruh pintu masuk kebali dilakukan tahun 1999, sesuai surat keputusan Dirjen Perhubungan, Kementerian Perhubungan Nomor AU 126961/DAU/7961/ 99, tertanggal 1 September 1999 dan diperkuat surat edaran Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Terkait penutupan seluruh pintu masuk ke Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah bersurat kepada lima menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK terkait untuk menutup sementara Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Kelima menteri tersebut terdiri atas Menteri Perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informasi serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

Surat tentang penutupan Bandara Ngurah Rai itu juga ditujukan kepada Dirjen Perhubungan Udara, Laut dan Darat Kementerian Perhubungan di Jakarta, Ketua DPRD Bali, Panglima Kodam IX Udayana, Kapolda Bali.

Selain itu juga menutup enam pelabuhan laut ke luar-masuk Bali yang meliputi Pelabuhan Benoa (Denpasr), Celukan Bawang (Buleleng), Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Ketapang (Jatim) dan Pelabuhan Padangbai yang menghubungkan Lembar (NTB),

Selain itu juga pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem yang khusus melayani kapal pesiar dari mancanegara dan pelabuhan laut Padangbai di kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang terpisah dengan daratan Bali. (BACA-Nyepi, Bali Sunyi dan Sepi Seperti Pulau Tak Berpenghuni)

Menurut Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, penutupan Bandara Ngurah Rai selama sehari penuh itu menyebabkan tidak beroperasinya 258 penerbangan reguler domestik dari 10 maskapai nasional dan 164 jadwal penerbangan internasional yang dilayani 23 maskapai penerbangan melayani rute ke seluruh kota di dunia. (BACA-Nyepi! Wisatawan Hanya Diperkenankan Melakukan Aktivitas di Hotel)


(Ris)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats