Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Maret 2015 20:54 WIB

Gubernur Ganjar Temui 24 Nelayan yang Ditahan Polisi

Batang, HanTer - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui 24 nelayan yang ditahan di Markas Kepolisian Resor Batang atas dugaan melakukan perusakan beberapa fasilitas umum saat berunjuk rasa di jalur pantai utara yang berakhir dengan bentrokan.
 
Saat bertemu dengan puluhan nelayan di ruang serbaguna Mapolres Batang, Rabu, Ganjar yang didampingi Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko menanyakan seputar latar belakang aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan nelayan.
 
Setelah sempat berdialog selama beberapa menit, Ganjar kemudian meminta para nelayan agar tidak perlu berunjuk rasa lagi terkait dengan penolakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 dan 2 Tahun 2015.
 
"Tidak usah demo lagi, biar saya yang mengurus dan memperjuangkan nasib para nelayan kepada pemerintah pusat dan Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti)," katanya.
 
Ganjar juga menjelaskan bahwa sikap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah melunak dan mengizinkan penggunaan cantrang untuk nelayan di Jateng.
 
Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa tidak semua orang yang ditahan itu merupakan nelayan karena ada dua orang yang berprofesi sebagai penarik becak dan pelajar.
 
Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko yang ditemui terpisah mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan lima orang dari 24 orang yang ditahan sebagai tersangka dalam bentrokan pascaunjuk rasa ribuan nelayan.
 
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sebanyak lima orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan bahwa empat orang dari lima tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan barang dan kekerasan terhadap orang lain, sedangkan seorang lainnya dikenai Undang-Undang Darurat Nomor 2 Tahun 1951 karena membawa bom molotov.
 
Sejumlah barang bukti yang disita, antara lain alat pemukul, bom molotov, senjata tajam, dan sabuk.
 
Seperti diwartakan, seribuan nelayan Kabupaten Batang memblokir jalur pantai utara sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melarang penggunaan pukat hela dan pukat tarik di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.
 
Unjuk rasa para nelayan di jalur pantura Jalan Jenderal Sudirman pada hari Selasa (3/3) mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan dari arah timur (Semarang) maupun dari barat (Jakarta) lumpuh total.
 
Aksi para nelayan kian rusuh setelah petugas kepolisian setempat mencoba melerai para nelayan yang memenuhi ruas jalan. Akan tetapi, mereka tidak terima dengan perlakuan polisi.
 
Para nelayan justru melempar batu ke arah polisi yang berjaga-jaga di lokasi sehingga sejumlah polisi mengalami luka-luka.

 


(ruli)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats