Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 01 Mei 2014 03:00 WIB

Publikasi Dokumen C1 Rawan Manipulasi Suara

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dan pemilu Jerry Sumampouw mengatakan langkah KPU mempublikasi dokumen C1 (daftar hasil penghitungan suara di TPS), justru menimbulkan kerawanan manipulasi perolehan suara pemilu legislatif.

"Dokumen C1 oleh KPU kan di upload (dipublikasi di situs resmi KPU). Pertanyaan saya di mana titik (kapan) dokumen C1 dilakukan scan lalu di upload, sebab justru di sini sumber manipulasi suara," kata Jerry dalam Dialog Kenegaraan DPD RI bertajuk "Pemilu 9 April 2014, Baik atau Buruk?" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Jerry menilai lebih baik dokumen C1 tidak dipublikasi. Karena jika dipublikasi, artinya ada saat-saat di mana KPU membuka dokumen itu tanpa sepengetahuan publik, lalu mempublikasikannya.

"Penyelenggara pemilu lantas memiliki legitimasi untuk membuka dokumen itu. Ini yang menjadi persoalan titik kerawanan manipulasi suara terjadi," ujar dia.

Penilaian Jerry, para caleg telah mengetahui perolehan suaranya di TPS, sehari atau dua hari sebelum dokumen C1 dipublikasi. Sehingga ada peluang caleg untuk membayar oknum penyelenggara pemilu untuk mengubah perolehan suara.

Dia mengingatkan dari total 6.607 calon legislatif DPR, hanya 560 orang yang akan lolos ke Senayan. Artinya, kata dia, ada 6.000 lebih caleg yang memiliki peluang berlaku curang.

"Sebelum publikasi dokumen C1 ini dilakukan, bisa terjadi politik uang, jual beli suara. Menurut saya pengumuman dokumen C1 tidak berefek baik, dan menciptakan hal yang kompleks," kata dia.


(Antara)

Tag : Pileg  


Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats