Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 23 Mei 2017 07:49 WIB

TAJUK: Jangan Gaduh Jaga Kesucian Bulan Ramadhan

DALAM hitungan hari, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan. Seluruh Indonesia apapun agamanya hendaknya menghormati saudaranya yang sedang melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh.

Kita mengajak seluruh umat beragama bisa saling membangun toleransi, bahwa banyak di antara saudara yang menjalani puasa di Ramadan ini, tapi juga ada sebagian saudara kita yang karena keyakinannya atau karena satu dan lain hal tidak menjalani puasa di bulan Ramadan. Marilah saling menghormati.

Begitu juga kepada pengusaha hiburan malam, media massa para pengelola baik cetak maupun elektronik, juga para pengguna sosial media para admin dan lain sebagainya untuk bagaimana agar program-program, siaran-siaran, tayangan-tayangan selama bulan suci Ramadan, itu bisa dibuat sedemikian rupa, yang kondusif. Suasana yang kondusif dapat membuat kesucian bulan Ramadan tetap terjaga.

Kalangan media massa sangat diharapkan dapat membantu umat Islam dalam meningkatkan ketakwaan melalui ibadah puasa. Pengelola media massa tersebut diimbau tidak membuat gambar, tayangan, atau program yang kontraproduktif dengan pelaksanaan ibadah puasa. Misalnya, promosi atau program lomba makan yang ditayangkan pada siang hari ketika umat Islam sedang melaksanakan puasa.

Selain itu pengelola siaran televisi tidak menampilkan program yang dibawakan oleh presenter berpakaian yang dapat mengganggu kekusukan ibadah, missal berpakai seronok dan seksi. Demikian juga media cetak dan online tidak menayangkan gambar-gambar berbau pornografi.

Pengguna media sosial dan media hendaknya tidak menulis atau membuat berita atau info menyesatkan atau hoax.  Hentikanlah semua itu untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan. Bukankah kita sudah sepakat untuk saling hormat menghormati satu sama lain, apapun agama, suku dan golongannya?

Harapan kita bulan Ramadan situasi batin umat Islam Indonesia makin adem. Semua pihak harus berusaha mengademkan situasi politik di dalam negeri. Pemerintah harus pula menjaga agar kondisi ekonomi stabil, harga-harga tidak melonjak, kenaikan tarif listrik listrik dibatalkan, dan segala macam bentuk aksi unjuk rasa/demo, saling hujat, fitnah harus dihentikan.

Umat Islam berharap tidak ada kegaduhan dan kerusuhan selama bulan Ramadhan. Tindakan anarkhis, aksi usir mengusir/sweeping terhadap seorang pejabat negara harus dihentikan. Begitu juga aksi-aksi kriminalisasi kepada siapapun harus dihindari, dan dihentikan jika memang tidak ada bukti. Ramadhan harus membawa kedamaian bagi semua dan rakyat tenang menghadapi bulan suci.

Ibadah Ramadhan melatih setiap muslim menjadi manusia yang penyabar, pemurah dan dermawan. Juga mendekatkan dengan saudara-saudaranya yang bernasib kurang beruntung secara ekonomi melalui pemberian zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan. Kehadiran Ramadhan membawa berkah bagi kehidupan bangsa.
 
Selain itu, ibadah puasa seharusnya bisa mengikis gejala materialisme dan individualisme yang menodai fitrah manusia serta merusak idealisme menyangkut kebenaran, keadilan dan kemanusiaan.

Merebaknya pengaruhmaterialisme dan individualisme secara perlahan akan menghancurkan nilai-nilai pergaulan dan harmoni dalam masyarakat.

Sekali lagi diharapkan umat nonmuslim dapat menghargai umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Hendaknya bisa menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mengganggu kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. 

Mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk belajar mengembangkan dan memperkuat cara hidup toleran antar umat beragama. menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mengganggu kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Sekali lagi kita meminta seluruh anak bangsa untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan jauhkan kegiatan-kegiayan yang dapat mengganggu kesucian bulan Ramadhan, seperti  peredaran dan penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, tawuran, memaki, menghujat, memfitnah sesama, dan perbuatan maksiat lainnya.

Terpenting selama bulan Ramadhan jangan ada lagi kegaduhan politik, kegaduhan-kegaduhan yang bisa mengganggu konflik antarumat beragama. Demikian pula hendaknya pasaca bulan Ramahan, sehingga negeri ini tenang, aman dan damai.

Mari kita perkokoh dan pelihara rasa persatuan dan kesatuan diantara kita. Kita adalah bersaudara.


 


(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats