Di Publish Pada : Rabu, 09 April 2014 06:51 WIB

Pembagian Kelambu Tak Ampuh Usir Malaria

Jakarta, HanTer - Wilayah Indonesia bagian Timur seperti Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat masih menjadi daerah dengan endemisitas tinggi penularan kasus malaria. Pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya seperti membagikan kelambu berinsektisida untuk menurunkan angka kejadiannya.
Namun, Peneliti Vektor dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Prof Dr Supratman Sukowati mengatakan pada sebagian kasus pembagian kelambu tidak efektif karena hanya melindungi masyarakat saat dimalam hari dan didalam rumah saja.
Sedangkan, kata dia, kelambu tersebut tidak mungkin dibawa saat masyarakat keluar rumah untuk bekerja, dimana sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya dibagian timur itu bekerja di hutan, lading, atau pantai.

    “Masalahnya, kelambu kan tidak dibawa ke ladang, kebun, atau tengah hutan saat mencari keladi. Padahal mata pencaharian utama masyarakat di Indonesia timur itu berladang atau ke pantai. Waktu bekerja kan nggak pakai kelambu jadi penularan terjadi di ladang, kebun atau saat mancing,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/4).

Selain itu, wilayah Indonesia Timur yang cukup luas  juga menjadi masalah kompleks tersendiri ditambah dengan pemahaman masyarakat yang belum optimal terhadap malaria. Padahal, ketika seseorang terkena malaria, kualitas hidupnya bisa menurun. “Harus ada edukasi dan pola pikirnya dirubah agar tidak meremehkan malaria,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Tjandra Yoga Aditama mengatakan,  sebanyak 200 kabupaten dan kota dari seluruh wilayah Indonesia yang mencakup lebih dari separuh penduduk akan menerima Sertifikasi Eliminasi Malaria pada bulan April 2014.

"Kita akan berikan penghargaan akhir bulan April ini untuk kabupaten-kota yang telah mencapai status eliminasi atau Annual Parasite Insidence (API) kurang dari satu perseribu selama tiga tahun berturut-turut," ujarnya. (ak)

(harianterbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism , Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan main HarianTerbit.com ( Syarat dan Ketentuan )

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus


Google News - harianterbit.com