Harian Terbit

Tegas, Lugas, Cerdas
Rabu, 6 Maret 2013 09:26 WIB

Mat Peci Bersih-bersih Ciliwung

Tety Polmasari — HARIAN TERBIT

Tebet-20130305-01174
foto:tety

JAKARTA — Aksi bersih-bersih kali Ciliwung terus dilakukan Komunitas DAS Ciliwung MAT PECI (Masyarakat Peduli Ciliwung). ‘Tenggelamnya’ sejumlah pemukiman di sepanjang Kali Ciliwung yang kerap terjadi tentunya tak ingin terulang kembali.

“Kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara sungai semakin memburuk. Ini terlihat dari penurunan tutupan hutan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kualitas air sungai dengan status mutu tercemar ringan sampai berat,” kata Syaiful Rochman dari Greeners, Selasa (5/3), saat mengajak Forum Wartawan Kesra (Forwara), melihat lebih dekat kegiatan bersih-bersih kali Ciliwung dari sampah.

Kegiatan yang juga diisi dengan talkshow dan penanaman pohon ini didukung Kementerian Lingkungan Hidup serta dihadiri Erna Witoelar dari Gerakan Ciliwung Bersih. “Kami bahagia melihat pemerintah dan masyarakat duduk bersama mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Sungai Ciliwung sendiri ekosistem yang mengalami tekanan pencemaran yang tinggi dibanding sungai-sungai lain di Pulau Jawa. Syaiful menambahkan, dengan kegiatan tersebut, masyarakat menjadi lebih paham begitu pentingnya keberadaan sungai. Ini awal yang baik dan membawa iklim positif dalam gerakan penyelamatan lingkungan di Indonesia.

Terlebih kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pihak pemerintah, akan tetapi juga melibatkan masyarakat dan tujuh komunitas pecinta alam lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Forum Relawan Penanggulangan Bencana Alam.

Salah satu anggotanya Mugianty (47) mengatakan dirinya bersama ibu-ibu PKK lain membantu masyarakat pinggiran sungai Ciliwung yang terkena banjir, dengan cara membantu membersihkan sungai dari sampah, kemudian membantu memberikan makanan dengan cara memasak di dapur umum sampai urusan mengevakuasi korban banjir.

“Komunitas kita membantu tidak hanya korban banjir, tapi juga korban lainnya seperti kebakaran, gempa dan sebagainya. Biasanya kita lebih banyak membantu di bagian dapur,” kata Mugianty. Acara ini juga menjadi bagian dari serangkaian kegiatan Hari Peduli Sampah 2013 yang diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Sungai Ciliwung, termasuk 13 sungai prioritas nasional 2010-2014. Sungai-sungai ini telah mengalami penurunan tutupan hutan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kualitas air sungai dengan status mutu tercemar ringan sampai berat.

Editor — Fenty Wardhany

Baca Juga

Copyright © 2012 • HARIAN TERBIT