Harian Terbit

Tegas, Lugas, Cerdas
Selasa, 5 Maret 2013 08:41 WIB
Mengaku Tak Tahu Soal Dana Talangan

Anas Minta Omongan SBY Soal Bank Century Dikaji Ulang

Kinoy/Terbit — HARIAN TERBIT

bank century

JAKARTA — Janji mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, untuk buka-bukaan berbagai kasus korupsi yang diketahuinya, ternyata benar-benar dibuktikan. Tak tanggung-tanggung, mantan ketua umum PB HMI ini meminta Timwas Century mengkaji kembali pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan dirinya tak pernah tahu rencana dana talangan (bail out) Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Klaim ini disampaikan anggota Timwas Century dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno seusai bertemu Anas di kediamannya di Jakarta, Senin.

“Ada fakta terlewatkan yang oleh timwas tidak dianggap penting tapi ternyata dengan cara pandang berbeda itu sedikit penting,” tutur Hendrawan.

Hendrawan mengatakan banyak hal yang dibicarakan Anas dalam pertemuan itu. Salah satu contohnya, kata Hendrawan, adalah terkait pertanyaan publik apakah Presiden benar-benar tidak memperoleh informasi soal bail out itu.

“Dia (Anas) minta ini untuk dikaji lagi fakta-faktanya mulai dari surat-surat, risalah rapat, dan dokumen lainnya,” imbuh Hendrawan.

Anggota Komisi VI DPR ini mengaku tidak tahu pasti motif Anas menyingkap informasi itu. Yang pasti, kata Hendrawan, timwas Century tetap bekerja hati-hati. Hendrawan pun tak tahu apakah Anas mempunyai keyakinan Presiden turut mengetahui pencairan dana bail out Bank Century.

“Kami juga bukan anak kecil yang dicekoki terima begitu saja. Kami juga minta bukti yang katanya masih dihimpun. Kami paham kalau dia (Anas) banyak tahu karena dia kan mantan anggota Pansus, mantan Ketua Fraksi, dan mantan petinggi partai,” ucap Hendrawan.

Kedatangan tim kecil Century ke kediaman Anas ini sebagai tindak lanjut pengakuan Ketua Bapilu Partai Hanura Yuddy Chrisnandi yang juga rekan Anas. Yuddy menjelaskan isi pertemuan para politisi lintas partai pada Minggu (24/2) lalu di kediaman Anas, Duren Sawit, Jakarta Timur, adalah niat Anas untuk membongkar skandal Century.

Hadir dalam pertemuan itu yakni Ketua Timwas Century Priyo Budi Santoso, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun. Misbakhun merupakan salah satu inisiator hak angket kasus Century, yang pernah dipidana dalam kasus LC fiktif Bank Century.

“Lembaran kedua ini tak hanya milik Anas, tapi milik semua orang,” kata Yuddy kemarin. Atas niat Anas membongkar kasus Century ini, Timwas Century berencana akan memanggil Anas. Namun, sebelum pemanggilan dilakukan, Timwas Century mengutus tim kecil untuk meneliti signifikansi informasi yang dimiliki Anas.

Sementara itu politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, tidak khawatir dengan langkah tim kecil pengawas kasus Bank Century yang menemui mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

“Anas mana pernah di Pansus Century waktu masih jadi anggota DPR dulu. Ngomong (soal Century) enggak pernah. Kok sekarang sok paling tahu,” kata Ruhut.

Ruhut menilai tim kecil pengawas Century telah lupa akan fungsinya sebagai pengawas. Mereka, menurut Ruhut, malah masuk ke masalah teknis penyidikan yang seharusnya dilakukan penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi.

Editor — Maghfur Ghazali

Baca Juga

Copyright © 2012 • HARIAN TERBIT