JAKARTA — Bagi pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Hj. Dewi Motik Pramono, saat seseorang melontarkan fitnah, akan disambutnya dengan ucapan ‘Alhamdulillah’. Kata Hamdalah itu tak henti-hentinya diucapkan.
“Saya bersyukur dengan begitu, terhapus sudah sebagian dosa saya berkat fitnah itu,” kata Dewi Motik, yang juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), kepada Harian Terbit, kemarin, di Jakarta.
Ia dimintai tanggapannya terkait tudingan yang dilontarkan Ketua Umum DPP Iwapi hasil Musyawarah Nasional ke-9, Elza Syarief, yang menyebutkan Ketua Umum DPP Iwapi hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa, Nita Yudi, tidak sah dan ilegal.
Sebagai pendiri organisasi yang membawahi para perempuan pengusaha ini bersama Kemala Motik Abdul Gafur pada 1975, Dewi hanya bisa berserah diri pada Allah Swt. Baginya, itu hanya sedikit ujian.
“Rasul telah mengingatkan, kelak di akhirat ada kelompok umat yang bangkrut alias hilang segala pahalanya akibat perbuatan semasa hidup yang sering berghibah, mencela hingga namimah, jadi berhati-hatilah,” tuturnya.
Dewi pun mengutip kisah dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah Saw yang melewati dua kuburan dan berkata, “Kedua orang ini disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu ini karena tidak sempurna dalam istinja’ (membersihkan diri setelah berhajat) dan yang satu lagi karena menyebar namimah (adu domba).” Kemudian beliau meminta ranting pohon dan dipatahkan jadi dua lalu ditancapkan di masing-masing kuburan. Lalu beliau berkata, “Semoga ini bisa mengurangi penderitaan mereka selama belum kering.”
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah,” begitu arti QS. Al Qalam: 10-11, yang dikutip Dewi.
Dewi pun menegaskan, di tengah dera masalah itu, Iwapi bersama Ketua Umumnya, Nita Yudi, tetap fokus pada pemberdayaan perempuan. “Kalau para perempuan mampu menghasilkan uang, ia akan semakin dihargai suami. Contohilah Siti Khadijah, yang tetap mencari uang tanpa melupakan kodratnya sebagai isteri,” tegas Dewi Motik.