JAKARTA—Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tampak santai meskipun dirinya sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana olahraga bukit Hambalang. Anas juga tampak santai dan masih sempat makan sate dan nonton televisi bersama keluarga di rumahnya di bilangan Duren Sawit Jakarta.
Yang berbeda mungkin sekarang ada dua anjing besar yang ditempatkan di depan rumah mantan Ketua umum HMI tersebut. Tak jelas untuk apa dua anjing setinggi 80 Cm dengan panjang satu meter itu di tempatkan di rumah Anas. Mungkin saja untuk menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan seperti kehadiran wartwan yang semakin banyak saja belakangan ini, yang ingin mendapat keterangan langsung dari mantan anggota KPU tersebut.
Anjing jenis chouchou dengan diameter sekitar 50 centimeter tersebut diikat seorang pria berbadan tegap tepat di depan rumah Anas. Bukan anjing saja yang disiapkan disitu, wartawan yang meliput pun kini mendapat perlakukan yang tidak mengenakan dari warga sekitar karena hingga larut malam pun suasana pikuk masih terjadi.
Menurut sahabat Anas, Yoyo Wahab, tidak ada suasana tegang di kediaman Anas Urbaningrum pasca penetapan dirinya menjadi tersangka dalam kasus proyek Hambalang. “Kondisi tenang, Anas seperti biasa tidak berubah,” ujar Yoyo setelah bertemu di rumah Anas, di Jalan Teluk Langsa, RT 06 RW 17, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Yoyo banyak berbincang dengan Anas mengenai kasus yang melibatkan ketua umum PD tersebut. Yoyo memberi dukungan kepada Anas agar tetap bersabar dalam menjalani proses hukum yang berlangsung di KPK.
“Ngobrol-ngobrol hal ringan saja. Kita cerita mengenai peristiwa politik bahwa ini sesuatu yang harus dijalani. Saya bilang sabar, hadapi semua dengan tenang. Kalau tenang dan sabar dalam menghadapi masalah saya yakin dia bias menjalani proses hukum dengan baik,” kata politisi Partai Golkar itu.
Yoyo mengatakan saat di dalam rumah, dirinya makan bersama Anas dan keluarganya. Anas juga tampak santai berbincang dengan keluarganya.
“Iya, makan satenya jadi bareng-bareng sama dia dan istrinya. Nonton TV acara musik, yah pokoknya seperti biasa. Dia tadi sempat ngobrol dengan ibu, istri, kakak dan anak mereka ngobrol di ruang keluarga,” jelas Yoyo Wahab.
WARGA TERGANGGU
Kendati anas tampak santai, sebagian warga disekitar rumah Anas berjaga dengan ketat. Selain Anjing, warga sekitar juga sering mengusir wartawan yang datang. Sejumlah orang bahkan meminta agar wartawan meninggalkan kediaman Anas.
“Bagi yang bukan warga RW 17, cepat pulang dan meninggalkan wilayah ini,” teriak seorang pria kepada wartawan yang sedang meliput di depan rumah Anas, Jumat (22/2) malam.
Pria paruh baya tersebut memegang stick lamp berusaha mengusir wartawan yang sejak pagi tadi berada di sana. Bahkan pria itu langsung menutup dengan portal, sehingga wartawan yang berada disana terpaksa memutar lebih jauh untuk keluar komplek di Duren Sawit.
“Kami terpaksa menutup portal ini karena sudah pukul 23.00 WIB. Warga juga terganggu kompleknya dipenuhi orang,” kata warga tadi.
Separati diketahui, sejak beberapa waktu ini, khusunya sejak ramai pemberitaan tentang Anas Urbaningrum dikait-kaitkan dengan kasus korupsi, kediaman Anas hamper tak pernah sepi dari wartawan baik dari media cetak, online dan elektronik.
UANG DAN KADO
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Anas Urbaningrum jadi tersangka kasus Hambalang. “Kami (KPK) menetapkan mantan anggota DPR Anas Urbaningrum sebagai tersangka,” kata Jubir KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (22/2) siang.
Soal keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang sudah pernah diungkapkan mantan wakil bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Ada beberapa penerimaan uang dan barang yang diduga sebagai ‘kado’ terima kasih karena membantu memenangkan PT Adhi Karya sebagai penggarap proyek.
KPK mencari bukti-bukti keterlibatan Anas dalam kasus ini selama hampir setahun sejak kasus bergulir. Akhirnya, kini Anas pun resmi tersangka dan terancam masuk bui.