Oleh :Hj Rabiatun Drakel-Wartawan Harian Terbit
MENJADI sub agen penjual surat berharga negara syariah (SBNS), sejak tahun 2009 berpasangan dengan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Sekuritas), pada 2013 ini kembali PT Bank Syariah Bukopin, menjadi sub agen untuk menjual sukuk ritel 005 (SR005), yang diluncurkan 8 Februari 2013 lalu.
Hanya saja, pada penjualan SR005 ini Bank Bukopin Syariah (BSB), menjadi sub agen dari PT Mega Capital Indonesia.”Untuk penjualan SR005, kami menjadi sub agen dari salah satu induk perusahaan, PT Mega Capital,”tutur Direktur Utama BSB Riyanto kepada Harian Terbit, usai penandatanganan kerja sama yang dilakukannya dengan Direktur Utama Mega Capital Indonesia Nany Susilowati, di Gedung BSB, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, BSB berminat menjadi penjual sukuk ritel karena instrumen sukuk menjadi alternatif pengelolaan dana investasi, membuat pasar sukuk masih terbuka lebar. Sekaligus, untuk memenuhi kelengkapan layanan kepada nasabah, seperti yang diinginkan mereka. Karena sukuk ritel ini memiliki jangka waktu tiga tahun, dan dapat dibeli oleh masyarakat individu dengan nominal minimal Rp5 juta.
“Adapun akad yang digunakan adalah Ijaroh, sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi nasabah,”jelas Riyanto.
Itu sebabnya, minat masyarakat terhadap sukuk ritel cukup tinggi. Pada tiga tahun terakhir, permintaan selalu oversubscribe. Karena sukuk ritel lebih menarik ketimbang deposito. Melihat tingginya minat masyarakat membeli sukuk, BSB menargetkan nilai penjualan sekitar Rp 100 miliar-150 miliar.
“Tahun lalu kami bisa menjual sukuk ritel Rp 100 miliar,” kata Riyanto, seraya menambahkan, tujuan kerjasama ini mempermudah nasabah BSB dan Bukopin yang berniat membeli surat utang ini.
Riyanto memperkirakan, kupon sukuk ritel kali ini tidak akan beda jauh dari yang terdahulu, yakni di kisaran 6,25 persen. Selama masa penawaran selama 8-22 Februari, Bukopin akan melakukan roadshow ke sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Medan, Makassar, Bukit Tinggi, Bandung, dan Samarinda. Adapun jadwal roadshow Mega Capital tersebar di Jawa.
Instrumen surat utang ritel ini dapat dibeli oleh individu dengan minimum investasi sebesar Rp 5 juta.
Nantinya, BSB dan Mega Capital akan memperoleh fee atas penjualan surat utang tersebut. Ini merupakan tahun kelima bagi Bukopin bertindak sebagai sub-agen penjualan sukuk ritel. Tahun lalu, BSB mendapatkan fee Rp 100 juta bekerjasama dengan PT Andalan Artha Adivisindo (AAA) Sekuritas.
Target penjualan sukuk ritel dari Mega Capital sekitar Rp 400 miliar-Rp 500 miliar. Tahun ini merupakan kali keempat Mega Capital menjadi agen penjual Sukri.
Nany Susilowati, Presiden Direktur PT Mega Capital Indonesia mengatakan, sebelumnya, Mega Capital mencatatkan penjualan sukuk ritel sebesar Rp 230 miliar untuk SR-002. Adapun, untuk SR-003 penjualan tercatat sebesar Rp 125 miliar, dan Rp 250 miliar untuk seri SR-004.
Menurut Nany, sukuk ritel merupakan instrumen investasi yang likuid. Investor berpotensi meraup gain lebih tinggi 0,75 persen dibandingkan gain surat utang negara (SUN) dengan tenor sama.
“Sukuk pajak cuma 15 persen, harganya juga 0,75 persen lebih murah dibanding surat utang negara lainnya. Pembayaran tiap bulan, dan sangat likuid,” imbuh Nany.