ROMA – Pengunduran diri Paus Benedictus XVI pada akhir bulan ini setelah hampir delapan tahun menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik, membuat dunia gempar dan terkejut, termasuk˜ pembantu terdekatnya. Paus Benedictus mundur dengan alasan dirinya terlalu tua dan sakit-sakitan untuk tetap memimpin di usia 85 tahun.
Ini adalah peristiwa pengunduran diri seorang paus yang pertama kali di Vatikan selama hampir 600 tahun. Vatikan akan memilih seorang Paus baru sebelum perayaan Hari Paskah. Kardikal Joseph Ratzinger menjadi paus pada 2005 setelah paus sebelumnya, Johannes Paulus II wafat. Saat terpilih di usia 78 tahun, pria kelahiran Jerman ini menjadi paus tertua dalam sejarah.
Keputusannya kali ini telah menggemparkan dunia. Meski secara teori, tidak ada satu hal pun yang dapat mencegah Paus Benedictus atau pendahulunya untuk mengundurkan diri. Berdasarkan UU pemerintahan Gereja Katolik, Canon Law, persyaratan untuk keabsahan pengunduran diri seperti itu suatu kebijakan diambil secara sukarela dan dipublikasikan kepada masyarakat.
Namun pengunduran diri seorang paus sangat jarang terjadi. Paus terakhir yang mengundurkan diri adalah Paus Gregory XII. Ia mundur pada tahun 1415 di tengah perpecahan di dalam tubuh gereja.
Kakak kandung Paus Benedictus, Georg dan sekretaris pribadinya, Uskup Georg Gaenswein, mungkin adalah orang terdekat yang paling mengetahui keputusan Paus Benedictus untuk mundur dari tampuk kepemimpinan. Bahkan jubir resmi Vatikan sendiri tidak mengetahui keputusannya itu.
Namun tanda-tanda pengunduran dirinya sudah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya selama puluhan tahun, Paus tidak mengumumkan rencana perjalanan ke luar negeri pada 2013 ini. Suaranya makin melemah. Ia kadang menggunakan tongkat untuk berjalan dan memutuskan seluruh rencana pertemuan publik.
Kakak Paus Benedictus mengatakan, dokter telah menyarankan kepada paus untuk tidak melakukan perjalanan lintas benua dan agar mempertimbangkan untuk mundur.
Menurut Georg Ratzinger, pengunduran diri adiknya adalah bagian dari proses alami. Ini ditegaskan Georg di kediamannya di Regensburg, Jerman. Paus Benedictus juga tidak akan campur tangan dalam mencari penggantinya.
Paus berikutnya akan dipilih oleh badan konklaf yang beranggotakan 117 orang dan digelar di Kapel Sistine di Vatikan. Banyak pengamat memperkirakan bahwa kandidat dari Eropa, terutama yang mampu berbahasa Italia, menjadi calon kuat. Meski kandidat lain mungkin saja berasal dari Afrika dan Amerika Latin, dua wilayah yang memiliki populasi Katolik yang besar.
Paus Benedictus akan beristirahat di kediaman paus di Kastil Gandolfo saat resmi meninggalkan jabatan, sebelum ia pindah ke sebuah biara yang sedang direnovasi yang biasa dipakai para biarawati untuk berdoa dan refleksi.
Di usia 78, Kardinal Joseph Ratzinger menjadi salah satu paus tertua dalam sejarah saat terpilih. Ia mulai memimpin saat Vatikan dihadapkan skandal terburuk yaitu skandal pelecehan seks oleh para pendeta.