JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk, lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akhirnya menyetujui pengunduran diri Catherine Hadimán selaku Wakil Presiden Direktur CIMB Niâga, selanjutnya mengangkat Lo Nyen Khing sebagái Wakil Presiden Direktur yang baru.
Menurut Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Arwin Rasyid, RUPSLB yang berlangsung, Senin (29/10) tidak ada yang luar biasa. Karena semua peserta, menyetujui dan menerima Lo Nyen Khing sebagai pengganti Catherine Hadiman, yang telah mengajukan pengunduran diri beberapa bulan lalu. Sedangkan Lo Nyen Khing, masa jabatannya baru mulai efektif, sejak disetujui Bank Indonesia (BI).
Sementara menjelaskan tentang kinerja, Arwin mengatakan, CIMB Niaga mencatat laba Rp3,10 Triliun pada triwulan tiga tahun 2012. Dengan penyaluran kredit sebesar Rp138,91 triliun per 30 September 2012, naik 14 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp121,71 triliun.
Dengan demikian Bank CIMB Niaga mencatat perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp3,10 triliun sampai dengan 30 September 2012, atau naik 30 persen year on year (yoy) yaitu Rp2,38 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp123,42, lebih besar dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp95,10.
“Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya total pendapatan operasional yang naik 25 persen yaitu Rp1,95 triliun menjadi Rp9,59 triliun per 30 September 2012, dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,65 triliun,”kata Arwin, Senin (29/10).
Ia menjelaskan,Bisnis Corporate, Commercial dan Treasury turut memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan operasional CIMB Niaga. Ini juga karena kondisi perekonomian, Indonesia yang relatif stabil di tengah krisis ekonomi global yang masih terus berlangsung, turut mempengaruhi pertumbuhan kinerja CIMB Niaga.
Dari sisi fungsi intermediasi, misalnya, CIMB Niaga lanjutnya, menyalurkan kredit sebesar Rp138,91 triliun per 30 September 2012, naik 14 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp121,71 triliun.
Kredit di Commercial Banking (termasuk Syariah), Consumer Banking dan Corporate Banking tumbuh masing-masing sebesar 28 persen, 7 persen dan 5 persen. Ketiga segmen bisnis tersebut memberikan kontribusi masing-masing sebesar Rp59,12 triliun, Rp38,95 triliun, dan Rp40,84 triliun terhadap total kredit yang disalurkan CIMB Niaga.
Sejumlah bisnis CIMB Niaga, lanjut Arwin, mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang mengesankan. Salah satunya adalah Personal Loans yang mulai diperkenalkan ke masyarakat pada Mei 2011 lalu. Hingga akhir September 2012, jumlah kredit Personal Loans telah mencapai Rp851 miliar, meningkat signifikan 325 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp201 miliar. Untuk bisnis micro finance juga mencatat kenaikan 97 persen year on year menjadi Rp1,93 triliun per 30 September 2012.
“Ini sekaligus menunjukkan komitmen CIMB Niaga untuk terus mendukung sektor usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai bagian dari pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Arwin.