BANDUNG – Antrean kendaraan di Jalur Nagreg masih padat. Kendaraan dari arah Bandung menuju wilayah Selatan Jabar, seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, harus rela antre untuk lepas dari kemacetan.
Wartawan Harian Terbit yang melintasi jalur mudik dari Cipularang arah Bandung cukup lancar, dan kemacetan hanya terjadi di jalur Nagreg arah ke Jawa,Sabtu (19/8)
Bahkan sempat terjadi kemacetan total, sehingga kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali. Selain akibat kepadatan kendaraan, baik roda dua dan empat, kemacetan juga diperparah perlintasan kereta api di Pamucatan Nagreg.
Padahal polisi memberlakukan tiga jalur untuk dilalui. Namun kepadatan terus terjadi sehingga petugas harus melakukan penguncian jalur. Alhasil, kendaraan tak bisa bergerak. Kapolsek Nagreg AKP Sharly Sollu menjelaskan, gelombang pemudik membeludak sejak Sabtu (18/8) dinihari WIB. Diprediksi antrean kendaraan akan terjadi hingga Sabtu malam.
“Kami melakukan patroli jalan kaki untuk mengurai kemacetan karena kendaraan petugas tidak bisa menembus kemacetan,” tutur Sharly.
Namun jalur Tol Cipularang menjelang H-1 berjalan lancar dan jarak tempuh ke Bandung bisa lebih awal dari waktu sebelumnya H-3 ditempuh 2,5 jam. sementara di jalur Nagreg, Hingga H-1 jelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, ruas jalan arus mudik di Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan seterusnya, macet parah.
Seperti dilansir National Traffic Management Center (NTMC) Polri, ruas jalan arus mudik di Patok Besi, Subang, arah Cirebon, terpantau macet hampir tak bergerak.
“NTMC POLRI @NTMCLantasPolri, 11.55: Lalin Patok Besi -Subang arah Cirebon stag tidak bergerak. kemarin dan hari ini adalah puncak arus mudik,” demikian dikutip NTMC Polri melalui akun twitter, Sabtu (18/8)
Sementara menurut informasi NTMC, ruas jalan di perempatan Sadang, Jawa Barat, arah Subang padat tersendat dengan kecepatan kendaraan rata-rata hanya 0-20 Km/jam.