JAKARTA– Peningkatan sampah hingga 10 persen diprediksi bakal terjadi pada hari Lebaran dari jumlah volume sampah pada hari biasanya yang mencapai 6.500 ton. Untuk mengantisipasi menggunungnya ‘produk masyarakat’ tersebut lima posko kebersihan disiapkan.
Peningkatan jumlah sampah tersebut disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat. Khususnya saat malam takbiran dan setelah sholat Ied. Kenaikan volume sampah diperkirakan mencapai 300-400 ton. Kendati demikian peningkatan jumlah sampah tersebut masihrelatif normal dan tidak signifikan.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, lima posko yang disiagakan tersebar di lima wilayah kota. “Seperti biasa setiap hari besar volume sampah diprediksi meningkat, tetapi kalau lebaran tidak terlalu signifikan,” kata Eko, Minggu (5/8)
Kenaikan sampah yang tidak signifikan tersebut dikarenakan sebagian besar warga ibu kota mudik Lebaran. Namun demikian petugasnya tetap siaga membersihkan sampah. Sesuai dengan prosedur tetap (protab), satu jam setelah pelaksanaan Sholat Ied semua sampah sudah terangkut.
“Sampah paling banyak itu saat malam takbiran dan setelah Sholat Ied. Protab kita satu jam setelahnya semuanya harus bersih,” ujarnya.
Masing-masing posko disiagakan 50 petugas kebersihan. Namun demikian, jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan suatu wilayah. Tidak hanya itu, 800 truk sampah juga siap untuk mengangkut sampah.
Nantinya petugas akan ditempatkan di titik-titik pelaksanaan Sholat Ied. Namun dirinya belum mengetahui ada berapa titik yang harus dijaga. “Pihak walikota akan melaporkan di mana saja titiknya, tapi kita belum mendapatkannya. Jumlah petugas juga disesuaikan dengan luas lokasi Sholat Ied,” katanya.